Minggu, 29 Januari 2012

Messi: Barca Kurang Beruntung Saja

VILLARREAL – Hasil imbang
tanpa gol harus didapatkan
oleh Barcelona saat melawan
Villarreal di El Madrigal, Minggu
(29/1/) dini hari WIB. Lionel
Messi menilai hasil tersebut
dikarenakan timnya tidak
sedang dihampiri oleh dewi
fortuna saja.
Hasil imbang yang diraih oleh
The Catalan ini membuat
mereka tertinggal tujuh poin
dari sang pemuncak klasemen,
Real Madrid. Tidak hanya itu
saja, tim berjuluk The Yellow
Submarine itu berhasil
menambah rekor hasil imbang
Barca di laga tandang La Liga
musim ini.
Meski timnya terus menjauh
dari Real Madrid yang di tempat
berbeda berhasil menang 3-1
atas Real Zaragoza dan
membuat poin El Real menjadi
52 poin. Messi yakin timnya
akan meraih gelar juara dan
menilai pada laga ini timnya
sedang tidak beruntung saja
hingga gagal meraih
kemenangan.
“Kompetisi liga belum berakhir,
jadi perjalanan masih cukup
panjang. Pada malam ini kita
hanya kurang beruntung saja,”
ungkap Messi seperti dilansir
oleh Guardian, Minggu
(29/1/2012).
Permainan Barca dini hari tadi
memang cukup mengecewakan
dari hasil statistik saja Messi cs
menguasai bola sebesar 66
persen, namun Blaugrana hanya
bisa menembak delapan kali ke
gawang Villarreal. Messi sendiri
hanya melepaskan tiga
tembakan dan melesat semua.
“Kita tidak bermain dengan
cukup baik. Tapi kita telah
menciptakan beberapa peluang
dan sayangnya tidak ada yang
menjadi gol,” keluh pemain asal
Argentina ini.

Hughes: Laga Tanpa Jabat Tangan Sudah Benar

LONDON - Pelatih Queens Park
Rangers, Mark Hughes,
mendukung solidaritas para
pemainnya kepada Anton
Ferdinand dengan enggan
berjabat tangan sebelum laga
dimulai melawan Chelsea.
Bahkan, ia menilai keputusan
tersebut sangatlah tepat untuk
menghindari hal-hal yang tidak
diinginkan.
Seperti diketahui, dalam laga
perempat final FA Cup tadi
malam saat Chelsea berhasil
memenangkan laga dengan
skor tipis 1-0 atas QPR laga
tersebut memang dimulai tanpa
berjabat tangan antar pemain
seperti biasanya.
Hal ini terkait kasus rasisme
antara John Terry dan Anton
Ferdinand yang terjadi Oktober
lalu. Pasalnya,Terry dituding
telah melecehkan adik dari Rio
Ferdinand tersebut. Keputusan
ini memang diambil oleh
Federasi Sepakbola Inggris (FA)
yang memutuskan tidak ada
acara jabat tangan sebelum laga
dimulai. Keputusan ini untuk
menghindarkan insiden
penolakan dan berimbas
dengan buruk.
Hughes pun menyetujui dengan
langkah FA dan bentuk
solidaritas anak asuhnya
tersebut. Hal ini demi
menghindari ketegangan
antara kedua pemain, oleh
karena itu kedua klub sepakat
untuk tidak melakukan acara
jabat tangan.
“Para pemain harus membuat
keputusan mereka sendiri. Jadi,
kenapa harus berjabat tangan
bila tidak ada integritas? Saya
sendiri telah memiliki
pengalaman yang terkait akan
hal tersebut. Jadi, apabila kedua
tim tidak terlalu semangat
untuk berjabat tangan, maka
mengapa kita harus
melakukannya?,” ungkapnya
seperti dilansir Sky Sport,
Minggu (29/1/2012).
“Saya merasa keputusan
tersebut memang sudah tepat.
Berhubung kita sendiri telah
melakukan pertemuan kemarin
antara pemain dan manajemen.
Kita memiliki pandangan
tersendiri akan semua yang
telah terjadi. Ternyata, Chelsea
sendiri telah memiliki
pandangannya sendiri dan
pada dasarnya keputusan kita
cukup sama,” pungkasnya.

Ranieri: Lawan Lecce, Inter Akan Bangkit

Pelatih Inter Milan,
Claudio Ranieri yakin Inter Milan
akan segera bangkit saat
melawan Lecce dalam lanjutan
Serie A yang berlangsung di Via
del Mare, Minggu 29 Januari
2012. Nerazzurri baru saja
disingkirkan Napoli di babak
perempatfinal Coppa Italia. Ini kali
pertama Inter gagal menembus
babak semifinal sejak tahun
2004.
“Saya tak khawatir dengan
kekalahan itu, namun saya
penasaran bagaimana kami
bereaksi. Lebih dari sekali kami
melihat musim ini dan tim ini
memiliki energi untuk kembali.
Kami telah jatuh namun kami
akan bangkit kembali,” kata
Ranieri seperti dilansir Football
Italia, Minggu 29 Januari 2012.
“Tim bermain baik dan saya
menyukai penampilan di Naples.
Sekarang kami harus
melanjutkan bermain baik di
Serie A dan melihat berapa poin
yang akan kami peroleh di akhir.”
“Apa yang saya cari untuk tim ini
yakni tidak dipengaruhi oleh
siapa pun atau apa pun. Saya
menginginkan mesin yang
sempurna, dengan tekad
mencapai target dan moral dan
kuat,” tambahnya.
Berbeda dengan di Coppa Italia,
di Serie A laju Inter semakin tak
terbendung. Inter telah meraih 7
kemenangan beruntun di Serie A
dan berpeluang
memperpanjangnya saat
menghadapi Lecce.
Kini Nerazzurri menempati posisi
keempat dengan mengoleksi 35
poin dari 19 laga. Inter
berpeluang menyamai poin
Udinese yang dini hari tadi
ditekuk Juventus 1-2.
“Sampai sekarang kami telah
tampil praktis. Sekarang, dengan
pemain juara yang telah pulih
seperti Wesley Sneijder dan Diego
Forlan, kami mencoba untuk
menambah kualitas,” tekad
Ranieri.
“Prioritas kami mempertahankan
keseimbangan dan memperbaiki
posisi di klasemen. Mencapai
zona Liga Champions sangat
penting,” tutup mantan pelatih
Roma dan Chelsea ini.

Ditahan Villarreal, Pep Salahkan Dewi Fortuna

VILLARREAL – Pelatih Barcelona,
Josep ‘Pep’ Guardiola, harus
puas ketika tim asuhannya
ditahan imbang tanpa gol saat
melawan Villarreal di El Madrigal,
Minggu (29/1/) dini hari WIB.
Dengan hasil tersebut Pep
enggan untuk menyalahkan
pemainnya, ia lebih merasa
keberuntungan tidak sedang
memihak timnya.
Hasil imbang yang diraih oleh
The Catalan ini membuat
mereka tertinggal tujuh poin
dari sang pemuncak klasemen,
Real Madrid. Tidak hanya itu
saja, tim berjuluk kapal selam
kuning itu berhasil menambah
rekor hasil imbang Barca di laga
tandang La Liga musim ini.
Permainan Barca dini hari tadi
memang cukup mengecewakan
dari hasil statistik saja Messi cs
menguasai bola sebesar 66
persen, namun Blaugrana hanya
bisa menembak delapan kali ke
gawang Villarreal.
Namun, Pep enggan
menyalahkan performa buruk
para punggawanya dalam laga
tersebut. Ia merasa timnya tidak
sedang dalam keberuntungan,
sehingga harus kembali
berjuang dan wajib
memenangkan sisa laga mereka
di musim ini bila ingin meraih
gelar juara.
“Kita telah bermain cukup baik
dengan melakukan berbagai
pergerakan. Kita selalu berjuang
demi meraih poin dan itu kita
tunjukkan pada laga ini. Kita
masih memiliki periode yang
baik di musim ini. Jadi, tidak ada
yang harus disalahkan,” jelas
Guardiola seperti dilansir Goal,
Minggu (29/1/2012).
“Saya akan berkata kepada para
pemain bahwa kita harus
berusaha hingga akhir musim
ini. Sekarang kita wajib
memenangkan semua laga yang
tersisa. Tertinggal lima poin
lebih baik daripada tujuh poin.
Kita telah bermain baik, kita
hanya tidak sedang beruntung
saja untuk dalam mencetak gol.
Tetapi, saya cukup puas dengan
kerja keras kami,” tambahnya.
Pelatih yang pernah bermain
dengan klub AS Roma ini
membantah bahwa hasil
imbang ini dikarenakan
kelelahan para pemainnya usai
bermain di ajang Copa del Rey.
Ia menilai Villarreal memang tim
yang hebat dan sulit dikalahkan.
“Kita tidak sedang dalam
kondisi kelelahan. Kita memang
sangat ingin bermain dengan
ngotot, agar tetap bisa bermain
dalam berbagai kompetisi.
Villarreal adalah tim yang
memiliki peluang banyak dalam
melakukan tendangan ke
gawang lawan. Mereka akan
bermain baik bila diberikan
sedikit ruang,” tandasnya.

Sabtu, 28 Januari 2012

Wenger Sayang Arshavin

LONDON – Masih seputar
kontroversi pergantian pemain
kala Arsenal menjamu
Manchester United pekan lalu,
Arsène Wenger membela
Andrey Arshavin. Bahkan
Wenger berani berucap bahwa
dirinya menyayangi Arshavin.
Arshavin dan Wenger disoraki
fans Arsenal, ketika Alex-Oxlade
Chamberlain yang tengah
bermain cemerlang, ditarik dan
digantikan Arshavin. Fans
Arsenal tak terima, karena
dianggap pergantian itu adalah
tindakan konyol.
“Saya menyayanginya. Saya
menyayangi Arshavin sebagai
sebagai seorang pria biasa dan
sebagai pemain,” ungkap
Wenger, seperti dikutip London
24, Sabtu (28/1/2012).
“Saya rasa fans tidak
menentangnya, saya hanya
mengira fans ingin Chamberlain
tetap di lapangan,” imbuh
pelatih yang sudah 15 tahun
membesut Arsenal tersebut.
“Sekiranya sorakan dari fans
tidak ditujukan untuk Arshavin.
Para fans ingin Chamberlain
tetap bermain dan itu bisa kami
mengerti,” lanjutnya.
Sementara, terkait berbagai
kecaman yang datang
kepadanya, usai kalah dari
United, Wenger tak terlalu ambil
pusing. Baginya, itu hanya
sekedar opini yang biasa
berlalu-lalang ketika The
Gunners kalah di pertandingan
penting.
“Jujur, saya tak terganggu
dengan cemoohan mereka. Saya
di bayar untuk mengambil
keputusan dan anda akan selalu
membutuhkan seseorang untuk
membuat keputusan penting,”
sambung Wenger.
“Saat anda mendapati 60 ribu
orang di dalam stadion, pasti
anda akan mendapati 100 atau
200 orang yang akan punya
opini berbeda. Saya tegaskan,
saya sudah menangani lebih
banyak laga dari semua orang
yang ada di stadion,” tukasnya.

Gelandang Napoli Tak Terima Tekel Sneijder

Babak perempatfinal
Coppa Italia antara Napoli
melawan Inter Milan, Kamis dini
hari lalu ternyata masih
menyisakan cerita. Gelandang
Napoli, Walter Gargano, masih
belum menerima tekel keras
Wesley Sneijder dalam
pertandingan yang dimenangkan
Napoli 2-0 itu.
“Itu sangat salah. Saya tak tahu
jika Anda menyebutnya pengecut.
Tapi jelas itu tindakan yang bisa
mematahkan kaki. Pada saat
pelanggaran itu saya marah dan
saya tak tahu bagaimana
mengontrol diri sendiri. Melihat
foto-fotonya sekarang, seakan
membuat darah saya mendidih,”
ujar Gargano pada Sport 890
seperti dilansir Football Italia,
Sabtu 28 Januari 2012.
“Itu merupakan tekel yang buruk.
Pergerakan yang sangat cepat
dari Sneijder, namun disengaja.
Bentrokan di atas tulang kering
bisa dibenarkan dalam situasi
merebut bola di udara, namun
tak benar dalam situasi di
lapangan, seperti kasus ini,”
lanjutnya.
Dalam pertandingan yang
berlangsung di San Paolo itu,
Sneijder sempat melancarkan
tekel ke tulang kering Gargano.
Beruntung, wasit tidak
melihatnya. Sneijder terhindar
dari hukuman kartu merah,
bahkan wasit tidak memberikan
tendangan bebas untuk Napoli.
“Secara naluriah, saya ingin
menamparnya namun beruntung
saya bisa tetap tenang. Saya tak
bisa meninggalkan tim dengan
mendapat kartu merah,” imbuh
Gargano.
“Jelas saya merasa marah dan
reaksi pertama yang berada
dalam pikiran saya adalah
menampar orang yang menekel
saya,” tutupnya.

PSM Panggil Pemain Timnas U-21

MAKASSAR – Peluang untuk
dipanggilnya pemain PSM yang
kini tengah mengikuti seleksi
timnas U-21 Fadly M semakin
terbuka. Pelatih PSM Petar Segrt
mengatakan kemungkinan
hanya Fadly yang akan
dipanggil nantinya untuk turut
memperkuat tim pada laga
dijamu Bontang FC (4/1/2012).
Peluang Fadly memang lebih
besar dibanding empat pemain
lainnya yang mengikuti seleksi.
Pasalnya, pada pertandingan
sebelumnya, Fadly kerap
diturunkan mengisi starter
eleven. Apalagi kondisi tim saat
ini yang krisis pemain di lini
tengah pasca ditinggal Srecko
Mitrovic dan absennya Rasyid
akibat akumulasi kartu.
“Kemungkinan kita hanya akan
memanggil satu pemain saja
untuk memperkuat laga
Bontang nantinya.
Kemungkinan memang Fadly
yang akan dipangil, tapi tetap
kita akan liat bagaimana
nantinya,” katanya.
Petar mengatakan tidak bisa
terlalu memaksakan untuk
mendatangkan Fadly,
menurutnya, ia juga harus
memikirkan kondisi pemain
tersebut yang saat ini tengah
mengikuti seleksi timnas U-21.
“Kita harus memikirkan
bagaimana kondisi kesehatan
dia dan program latihan
sebelumnya, jangan sampai
mengganggu. Apalagi,
perjalanan ke Bontang sangat
berat,” katanya.
PSM sendiri kemungkinan akan
kehilangan 11 pemain pada
laga dijamu Bontang
mendatang. Rencananya, hari
ini enam pemain PSM akan
kembali berangkat untuk
mengikuti seleksi timnas U-23.
Sebelumnya, lima pemain muda
PSM pun telah mengikuti seleksi
tahap kedua timnas U-21.
Keenam pemain muda yang
akan mengikuti seleksi timnas
U-23 tersebut yakni Azwar
Syamsuddin (stopper), Rasul Z
(stopper), Aditiya Putra Dewa
(gelandang), M Jufri (stopper),
Ismail Haris (stopper) dan AM
Guntur (kiper). Sedangkan lima
pemain PSM yang telah lolos ke
seleksi tahap kedua U-21 yakni
Achmad Hisyam Tolle (stopper),
Agung Batolla (stopper),
Kurniawan Karman (gelandang),
Fadly M (gelandang), dan I Made
Dwi Aryadana (striker).
Chieff Executif Officer (CEO) PSM
Rully Habibie mengatakan,
sebenarnya masih ada peluang
untuk mendatangkan beberapa
pemain PSM tesebut, termasuk
yang mengikuti seleksi timnas
U-23. Menurutnya, saat ini pihak
manajemen masih terus
membicarakan pemanggilan
tersebut kepada pihak timnas.
“Selain pemanggilan pemain di
timnas U-21, kami juga sudah
mengusulkan agar bisa
memanggil pemain yang akan
seleksi di timnas U-23, namun
tetap akan dibicarakan dengan
pelatih timnas nantinya,”
jelasnya.
Seleksi timnas U-23 rencananya
akan digelar pada 29 Januari –
3 Februari mendatang.
Sedangkan, laga PSM dijamu
Bontang FC akan digelar sehari
setelah berakhirnya seleksi
tersebut.
Sehingga, Petar pesimis bisa
memainkan para pemain
tersebut, jika tak dipanggil lebih
awal. “Perjalanan ke Bontang
bisa sampai tujuh jam dari
Bandara, itu sangat menguras
tenaga. Sehingga kalau mau
memainkan para pemain seleksi
timnas U-23 ini tentu harus
datang lebih awal,” tandasnya.

Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More