Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label news. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Maret 2012

Muamba Sudah Siuman

Kabar bahwa gelandang
Bolton Wanderers, Fabrice
Muamba, siuman dari kondisi
tak sadarkan diri
menggembirakan banyak
pihak setelah pingsan saat
membela timnya melawan
Tottenham Hotspur pada
perempat final Piala FA, Sabtu
(17/3/2012). Klub
mengabarkan bahwa
gelandang kelahiran Zaire
(sekarang Republik Dominika
Kongo) ini sudah
menunjukkan perkembangan
respon yang baik meskipun
masih tergolong sederhana.
"Fabrice Muamba masih dalam
perawatan intensif di London
Chest Hospital, dimana hari ini
dia menunjukkan tanda-tanda
kecil perkembangan
kondisinya. Jantungnya sudah
berdetak tanpa alat medis dan
dia juga sudah menggerakkan
lengan dan kakinya," demikian
ditulis oleh situs resmi klub.
Meski demikian, Muamba akan
terus berada di bawah
pengawasan ketat para
dokter di rumah sakit ini dan
prognosis atau perkiraan
waktu kesembuhannya belum
dapat ditentukan untuk
beberapa waktu ke depan.
Muamba didiagnosis
mengalami cardiac arrest atau
jantung berhenti berdetak
tiba-tiba.
Tunangan Muamba, Shauna
Magunda, menyambut
gembira perkembangan
kesehatan Muamba. Di akun
Twitter-nya, Shauna
mengucapkan terima kasih
kepada rekan-rekan, para
suporter serta siapapun yang
peduli pada kondisi Muamba.
"Semua doa kalian bekerja,
rekan-rekan, terima kasih
banyak. Setiap doa
membuatnya makin kuat.
Segala pujian bagi Tuhan,"
ungkapnya.
"Fabrice telah merasakan
setiap doa kalian, rekan-rekan,
luar biasa!!! Terima kasih
banyak, saya mencintai dan
menghargai Anda semua.
Terima kasih lagi, xx," tulisnya
kemudian.

| source: KompasBola |

Minggu, 18 Maret 2012

Kondisi Muamba Masih Kritis

Gelandang Bolton Wanderers,
Fabrice Muamba (23), dalam
kodisi masih kritis. Dia kini di
rawat di Pusat Jantung di
London Chest Hospital.
Demikian pengumuam
bersama yang dikeluarkan
Bolton Wanderers dan pihak
rumah sakit, Sabtu atau
Minggu (18/3/2012) dini hari
WIB.

Muamba tiba-tiba pingsan
pada menit e-41, saat
membela timnya melawan
Tottenham Hotspur pada
perempat final Piala FA, Sabtu
atau Minggu (18/3/2012) dini
hari WIB. Dia kemudian
dilarikan ke rumah sakit dan
pertandingan dihentikan.

"Bolton Wanderers bisa
mengonfirmasikan bahwa
Fabrice Muamba telah dirawat
di Pusat Jantung London Chest
Hospital dan dia dalam kondisi
kritis serta dalam perawatan
intensif," demikian
pengumuman tersebut.

"Tak ada keterangan lanjut
yang bisa disampaikan saat
ini. Klub dan rumah sakit
memohon agar media dan
publik menghormati privasi
keluarga pada saat ini,"
lanjutnya.

Sementara itu dalam
pernyataannya, Ketua Asosiasi
Sepak Bola Profesional,
Gordon Taylor, mengatakan,
"Ini bisa terjadi dilapangan
dan ini salah satu alasan kami
mendesak semua pemain
muda yang akan bermain
terlebih dulu mendapat
pemeriksaan jantung. Ini
untuk mencegah hal tersebut
terjadi lagi."

"Kami terus melakukan kontak
dengan Bolton untuk
memantau Muamba dan
menunggu
perkembangannya," tambah
Taylor.

| source: KompasBola |

Kolaps, Muamba Sempat Tak Bernapas

Kondisi pemain Bolton
Wanderers, Fabrice Muamba,
mengkhawatirkan banyak
pihak. Dia sempat tak
bernapas di lorong stadion,
saat dilarikan ke rumah sakit.

Pertandingan perempat final
Piala FA antara Tottenham
Hotspur lawan Bolton di
Stadion White Hart Lane dalam
kedudukan 1-1, saat Muamba
tiba-tiba kolaps pada menit
ke-41. Tak ada kontak dengan
pemain lain. Dia tiba-tiba
terjatuh dan tak bergerak.

Sampai enam petugas medis
menanganinya. Bahkan, salah
satunya sempat memberi
pernapasan bantuan, karena
Muamba tak segera bereaksi.
Selama sepuluh menit, Stadion
White Hart Lane terdiam,
ketika petugas medis
mencoba menolong Muamba.
Dia akhirnya dilarikan ke
rumah sakit.

Namun, kondisinya tampak
serius. Menurut reporter
senior BBC Radio 5 live, Ian
Dennis, Muamba sempat tak
bernapas di lorong stadion.

Belum ada informasi lanjut
tentang kondisi Muamba.
Wasit Howard Webb
memutuskan pertandingan
dihentikan.

| source: KompasBola |

Senin, 12 Maret 2012

Anelka Ingin Duet Dengan Drogba di Shanghai

Striker Shanghai Shenhua,
Nicolas Anelka, yakin bahwa
mantan teman satu timnya di
Chelsea, Didier Drogba, akan
bergabung dengannya di
China musim depan.

Anelka pergi dari Stamford
Bridge Januari lalu untuk
bergabung dengan Shenhua.
Di klub baru tersebut, mantan
striker Real Madrid ini tampil
impresif dan telah membuat
permulaan yang positif.

Drogba sempat dikabarkan
akan pindah ke klub asal
China itu Januari lalu, tetapi ia
tetap tinggal di Stamford
Bridge. Kontrak Drogba
dengan "The Blues" akan
habis musim ini dan ada
keraguan apakah ia akan
tetap di London Barat atau
pergi mencari tantangan baru.

"Sulit bagi saya untuk
mengatakan banyak hal saat
ini, tapi saya berbicara
dengan dia secara rutin dan
saya berharap dia datang ke
Shanghai," ujar Anelka seperti
dilansir oleh Soccernet.

"Jika saya bisa memilih salah
satu mantan rekan tim saya
untuk bergabung dengan
saya di Shenhua, jawabannya
adalah Didier. Ketika saya
pergi dari Chelsea, saya
berkata padanya bahwa kami
akan segera bermain bersama
lagi."

| source: kompascom |

Minggu, 11 Maret 2012

Polisi Masih Selidiki Bom Takalar

Dua bom meledak di
permukiman warga di
Kelurahan Bontolebang,
Kecamatan Galesong Utara
(Galut), Kabupaten Takalar,
Sulawesi Selatan,
mengakibatkan dua warga
terluka.

Kejadian yang sempat
menggegerkan warga di dua
kampung tersebut kini dalam
penyelidikan Polres Takalar
dibantu aparat Polda Sulselbar.

Warga yang terluka adalah
Daeng Nurung (40) dan Ansyar
(21), menderita bakar di sekujur
tubuh. Korban dirawat di
Rumah Sakit Umum Daerah
(RSUD) Pajonga Daeng Ngalle,
Kabupaten Takalar.

Kapolres Takalar AKBP Nasrun
Fahmi mengatakan barang
bukti yang ditemukan di lokasi
botol minuman mineral. Dalam
botol terdapat bahan peledak
seperti pupuk urea, asam nitrat,
serta paku. Bahan tersebut
menghasilkan daya ledak
rendah. “Kami masih menunggu
hasil pemeriksaan di
laboratorium forensik
Makassar," kata Nasrun.
Informasi di lokasi
menyebutkan terjadi dua kali
ledakan. Ada kemungkinan
ledakan berasal dari bom ikan
dan rakitan.

Ledakan pertama di rumah
salah seorang warga bernama
Syafaruddin Daeng Gassing (50)
mengakibatkan rumah nelayan
itu rusak. Ledakan kedua terjadi
di halaman rumah Jama Daeng
Mangung, meski ledakan cukup
besar namun tidak
menimbulkan korban jiwa.

Warga menduga ledakan
sengaja dilakukan oleh orang
tertentu. Beberapa warga
melihat ada orang melempar
dari balik semak belukar tidak
jauh dari lokasi. Namun, warga
tidak mengetahui pelaku
pelempar bom tersebut.

| source: okeZONE |

Jumat, 17 Februari 2012

Shanghai Akan Dapat Drogba

Shanghai Shenhua, klub asal
China, tampaknya akan
kebanjiran pemain-pemain
Premier League. Setelah
mantan pemain Chelsea,
Nicolas Anelka, resmi
bergabung Januari lalu, Didier
Drogba, mantan rekan satu
timnya di Stamford Bridge itu,
tampaknya akan menyusul ke
China.

"Saya sering
menghubunginya. Jika semua
berjalan dengan lancar, dia
akan datang ke Shanghai,"
ungkap pemain berusia 32
tahun ini kepada koran
Xinmin seperti yang dilansir
Soccernet.

Penyerang asal Perancis itu
tak menampik jika Drogba
yang berasal dari Pantai
Gading ini berniat untuk
datang ke Cina. Namun,
menurutnya, keputusan tidak
tergantung kepada dirinya.

"Tentu saja, jika dia (Drogba)
bisa, yang tidak tergantung
pada saya, tetapi akan
ditentukan oleh pemilik klub
dan investor," tandasnya.

| source: kompascom |

Kamis, 16 Februari 2012

Liga Mesir Bergulir Tanpa Penonton

Federasi Sepakbola
Mesir (EFA) mengumumkan
segera memutar kompetisi
domestik Liga Mesir yang sempat
terhenti menyusul kerusuhan
yang terjadi di Port Said, awal
bulan ini. Liga segera berputar
setelah investigasi pihak
berwenang selesai dilakukan.

Hal ini disampaikan oleh Ketua
Umum EFA yang baru ditunjuk,
Anwar Saleh. Hanya, Saleh
mengemukakan, lanjutan
kompetisi Liga Mesir nantinya
tanpa penonton.

Langkah ini diambil EFA untuk
mengantisipasi agar insiden
serupa tidak berulang. Masalah
keamanan memang menjadi
perhatian utama Mesir untuk
bangkit dari tragedi kelam
tersebut.

"Liga akan kembali dilanjutkan
dengan pintu tertutup tanpa
penonton. Tapi, itu semua
bergantung kepada hasil
investigasi. Keamanan menjadi
prioritas di seluruh Mesir. Jika
tercapai, fans bisa kembali
datang secara bertahap," kata
Saleh kepada media olahraga
setempat, Ahram Sport Weekly
Magazine, Kamis 16 Februari
2012.

| source: VIVAnews |

Sabtu, 04 Februari 2012

Ini Bukan Sepak Bola, Tapi Perang!

(source: kompasCom )

"Ini
bukan lagi sepak bola, tetapi
perang!" Kalimat itulah yang
terucap dari salah satu
pemain bintang Al-Marsy, Abo
Treika, menanggapi
kerusuhan seusai pertadingan
Liga Mesir antara klubnya
melawan Al-Ahly, Rabu
(1/2/2012) waktu setempat.
Dalam insiden tersebut,
sedikitnya 74 orang tewas
dan ribuan lainnya luka-luka,
termasuk para pemain dan
pelatih. Ini merupakan insiden
terparah sejak kerusuhan
antara pendukung sepak bola
Hearts of Oak dan Asante
Kotoko di Stadion Accra,
Ghana, pada Mei 2001 lalu,
yang mengakibatkan 126
orang meninggal dunia.
Kekecewaan bintang asal
Mesir itu memang bisa
dimaklumi. Sepak bola yang
seharusnya menjadi alat
pemersatu, justru seolah
menjadi ajang pertempuran
kekuatan tirani politik yang
kejam dalam peristiwa itu.
Lihat saja bagaimana ribuan
pendukung Al-Marsy dengan
membabi buta memukuli
setiap anggota tim dan
pendukung Al-Ahly yang ada
di Stadion Port Said usai laga
yang dimenangkan oleh
timnya dengan skor 3-1 itu.
Bahkan, mereka tidak segan-
segan menghunus pisau ke
setiap orang yang
menggunakan identitas Al-
Ahly.
Sejumlah pemberitaan media
massa menyebutkan,
kerusuhan ini dipicu adanya
aksi provokasi dari simpatisan
mantan Presiden Mesir Hosni
Mubarak. Apalagi, daerah Port
Said memang dianggap
sebagai salah satu basis
pendukung Mubarak yang
berkuasa lebih dari 30 tahun
itu.
Ada pula laporan yang
menyebutkan, sebelumnya
suporter Al Ahly
membentangkan spanduk
yang menghina Al Masry.
Namun, terlepas dari itu, ada
indikasi kerusuhan itu sudah
direncanakan. Sebab, Al Masry
dalam keadaan menang dan
tak ada pemicu signifikan
untuk melakukan serangan
membabi buta. Apalagi, pihak
keamanan terkesan memberi
ruang pendukung Al Masry
turun ke lapangan dan
melakukan serangan.
Para suporter Al Ahly memang
kebanyakan dari kelas
pekerja. Mereka menjadi
pendukung utama revolusi
Mesir yang menggulingkan
Hosni Mubarak. Maka, bisa
dimaklumi jika pendukung Al
Masry yang kebanyakan juga
pengagum Mubarak, merasa
sakit hati kepada pendukung
Al Ahly.
Pascainsiden itu, Ikhwanul
Muslimin (IM) mengatakan,
ada permainan dari
sekelompok pendukung
kekuatan lama. IM menilai, ada
rencana tersembunyi yang
dilakukan kelompok tersebut
untuk mengacaukan situasi
politik pascarevolusi.
"Orang-orang pendukung
Mubarak masih berkuasa.
Meskipun rezimnya telah
jatuh, tetapi semua anak
buahnya masih dalam posisi
mereka," kata MI.

Jumat, 03 Februari 2012

Pasca Rusuh Liga Mesir, 3 Pemain Al Ahly Pensiun

(source: okezone )

Sebuah peristiwa
mengenaskan terjadi dalam
pertandingan sepakbola Liga
Mesir yang mempertemukan
tuan rumah Al-Masry melawan
Al-Ahly pada Rabu (1/2/2012).
Sedikitnya 74 orang tewas
setelah pertandingan tersebut
dan beberapa pejabat setempat
seperti Gubernur dan Kepala
Polisi wilayah Port Said
mengundurkan diri karena
merasa bertanggung jawab
atas tragedi yang disebut FIFA
sebagai hari kelam bagi
sepakbola.
Sayangnya, bukan hanya
pejabat setempat yang
mengundurkan diri, tiga
pemain Al-Ahly yang merasa
masih trauma dengan kejadian
itu juga ikut mengundurkan diri
atau pensiun dari dunia
sepakbola.
Seperti dilansir Sport 360, Jumat
(3/2/2012), ketiga pemain Al-
Ahly pemain itu adalah Emad
Meteab, Mohammed Barakat,
dan Muhammad Abou-Treika.
Mereka menyatakan tidak akan
pernah bermain sepak bola lagi
setelah menjadi korban
serangan dari pendukung Al-
Masry. Dalam wawancara
dengan stasiun televisi resmi Al-
Ahly, Abou Treika menyatakan,
"Saya tidak akan bermain lagi."
Para pemain dan pendukung Al-
Ahly diserang oleh pendukung
Al Masry yang dalam laga itu
bertindak sebagai tuan rumah.
Bahkan, serangan yang
dilakukan pendukung Al Ahly
sangat brutal bahkan diduga
ada penembakan dalam tragedi
berdarah itu.
Beruntung tak ada pemain Al
Ahly yang tewas dalam
peristiwa tersebut karena
mereka berlindung di ruang
studio televisi untuk
menghindari amuk masa
supporter Al Masry.
Selain menewaskan 74 orang
dan ribuan orang juga
mengalami luka-luka akibat
kejadian tersebut. Federasi
Sepak Bola Mesir (EFA) juga
memutuskan untuk sementara
Liga Mesir akan dihentikan
sementara karena tak ingin
insiden lain terjadi. Demi
menghormati korban tewas,
Mesir juga akan berkabung
selama tiga hari.

Pendukung Mubarak Dituduh Picu Tragedi Liga Mesir

(source: kompasCom )

Sejumlah pendukung sepak
bola dan politisi mengecam
cara aparat keamanan yang
mengawal pertandingan Liga
Premier Mesir antara Al-Masry
melawan Al-Ahly, Rabu
(1/2/2012) waktu setempat.
Tragedi berdarah yang
menewaskan 74 orang di
pertadingan itu dinilai tidak
perlu terjadi, jika aparat
keamanan di stadion tersebut
sigap menghadang
pendukung kedua tim untuk
melakukan tindakan anarkis.
Beberapa pihak menuduh
kerusuhan ini sudah
direncanakan dan diprovokasi
pendukung presiden
terguling, Hosni Mubarak.
Kerusuhan pecah setelah Al-
Masry memenangkan
pertadingan dengan skor 3-1.
Ribuan pendukung Al-Masry
kemudian menyerbu lapangan
dan mengejar pemain dan
staf Al-Ahly dan juga
melakukan pembakaran di
sekitar stadion.
Seperti dilansir Soccersport,
korban tewas akibat
kerusuhan ini mencapai 74
orang dan 1000 orang
mengalami luka-luka. Versi
lain menyebut korban tewas
sebanyak 79 orang. Motif
kerusuhan ini diduga karena
adanya provokasi dari
simpatisan mantan Presiden
Mesir Hosni Mubarak.
Dalam tayangan video, terlihat
jelas sejumlah aparat
keamanan membiarkan para
pendukung Al-Masry
memasuki lapangan. Tidak
ada upaya-upaya khusus dari
aparat untuk mencegah
bentrokan tersebut semakin
meluas hingga ke luar stadion.
Salah satu pejabat Ahly, Zeini
Hanan, menilai kerusuhan itu
terjadi karena telah
direncanakan sebelumnya.
"Saya tidak percaya hal ini
terjadi secara tiba-tiba. Saya
rasa tidak, ini semua sudah
diatur," katanya kepada BBC.
Begitu pula dengan kelompok
Ikhwanul Muslimin (IM) di
Mesir. Mereka menilai
kerusuhan tersebut telah
diatur oleh sejumlah orang
yang ingin mengacaukan
situasi politik pascarevolusi
Mesir.
"Pasukan keamanan dalam hal
ini telah membiarkan
kerusuhan itu terjadi. Orang-
orang pendukung Mubarak
masih berkuasa. Meskipun
rezimnya telah jatuh, tetapi
semua anak buahnya masih
dalam posisi mereka,"
katanya.
Pascakerusuhan itu, Federasi
Sepak Bola Mesir (EFA) untuk
sementara menghentikan
jalannya liga sepak bola di
negaranya. Selain itu, baik
federasi maupun pemerintah
Mesir juga telah menetapkan
masa berkabung nasional
selama tiga hari, terhitung
sejak Rabu kemarin.

Kamis, 02 Februari 2012

Buntut Tragedi Sepakbola Berdarah, Kepala Keamanan Mesir Dipecat

(source: detikCom )

Pasca tragedi sepakbola
berdarah, otoritas Mesir
memutuskan untuk memecat
seorang pejabat setempat.
Pejabat tersebut adalah Kepala
Keamanan Kota Port Said, kota
yang menjadi lokasi insiden
yang menewaskan 74 orang
tersebut.
Menteri Dalam Negeri Mesir,
Mohammed Ibrahim telah
memecat Kepala Keamanan Port
Said, Essam Samak karena dinilai
tidak mampu menjaga
ketertiban dan keamanan
jalannya pertandingan
sepakbola antara tim tuan
rumah Al-Masri dengan tim asal
Kairo, Al-Ahly.
Pecahnya kerusuhan antara
pendukung kedua tim tepat
setelah peluit tanda berakhirnya
pertandingan, dinilai tidak perlu
terjadi. Demikian seperti
diberitakan oleh kantor berita
MENA dan dilansir oleh AFP,
Kamis (2/2/2012).
Dalam bentrokan maut ini,
ratusan pendukung tim Al-Masri
menyerang pendukung tim
lawan dengan melempari batu
maupun botol. Atas kondisi ini,
aparat polisi terlihat tak mampu
mengendalikan situasi.
Rekaman-rekaman video
menunjukkan sejumlah polisi
hanya berdiri melongo saat para
suporter terlibat bentrok.
Menurut Ibrahim, kebanyakan
korban tewas akibat terinjak-
injak oleh kerumunan massa
yang terlibat bentrok maupun
yang berusaha melarikan diri.
Namun pihak paramedis
menuturkan, sejumlah korban
tewas karena ditusuk. Hingga
saat ini, sedikitnya 1.000 orang
mengalami luka-luka akibat
insiden ini.
Sementara itu, polisi setempat
telah menahan 47 orang yang
diduga sebagai provokator.

Selasa, 31 Januari 2012

R.I.P Syamsul Efendi (Ade Namnung)

Kabar duka dari dunia
hiburan Indonesia.
Presenter sekaligus
komedian Syamsul Effendi
atau yang terkenal
dengan nama Ade
Namnung dikabarkan meninggal dunia pada
pukul 11.45 WIB, Selasa (31/1/2012).
Berita duka tersebut pertamakali
diinformasikan teman-teman dan kerabat
Ade lewat akun Twitter-nya. "Telah
Berpulang Ke Rahmatullah Syamsul Effendi /
ADE NAMNUNG Pukul 11.45..Mohon
Dimaafkan Segala Kesalahan Beliau Semasa
Hidup..Amin," tulis standup comedian Ronny
Immanuel atau Mongol.
Ade Namnung beberapa waktu lalu dirawat
di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Surabaya
karena stroke. Lalu, dipindah ke rumah sakit
Mitra Keluarga di Depok, Jawa Barat.
Ia semestinya sudah keluar dari rumah sakit
pada Minggu (22/1/2012) lalu. Namun,
presenter bertubuh besar itu tiba-tiba
berubah pikiran dan memilih untuk tetap
tinggal di rumah sakit sampai seminggu lagi.
"Dia berubah pikiran, katanya nggak mau
menyusahkan orang," tutur adik Ade, Dilla
saat berbincang melalui ponselnya, Rabu
(25/1/2012).
Ade meninggal dunia pada usia 34 tahun.

Senin, 30 Januari 2012

Polisi Buru 2 Pria yang Diduga Ikut Membunuh Bos PT Sanex Steel

Jakarta - Tiga tersangka
pembunuh bos PT Sanex Steel,
Tan Hari Tantono alias Ayung
(50) telah menyerahkan diri ke
polisi usai kejadian. Polisi kini
masih memburu dua tersangka
lainnya yang diduga ikut terlibat
dalam pembunuhan Ayung di
Swiss-Belhotel, Sawah Besar,
Jakarta Pusat.
"Yang dua ini sedang kita cari,
apa ada kaitannya dengan
pembunuhan ini," ujar Kabid
Humas Polda Metro Jaya Kombes
Rikwanto kepada wartawan di
Mapolda Metro Jaya, Jakarta,
Senin (30/1/2012).
Rikwanto mengatakan, polisi
telah mengantongi identitas
kedua pria itu. Keduanya masih
dikejar oleh tim Jatanras Polda
Metro Jaya.
"Namanya inisialnya sudah ada.
Tapi saya belum bisa sebutkan
siapa namanya, karena mereka
(tersangka-red) masih menyebut
sebutannya saja," kata Rikwanto.
Rikwanto menjelaskan, dari hasil
pemeriksaan CCTV (Circuit Closed
Television) di Swis-Belhotel,
terlihat ada lima pria masuk ke
kamar 2701, lokasi di mana
korban terbunuh. Sementara
keterangan sekuriti hotel, ketiga
tersangka terlihat tergesa-gesa
turun dari kamar hotel beberapa
saat setelah kejadian.
"Ini kita periksa satpam hotel
katakan ada tiga orang turun
terburu-buru dari lantai atas
kamar hotel," kata Rikwanto.
Menurut keterangan satpam
hotel, ketiga tersangka turun
melalui tangga utama hotel.
Satpam yang curiga kemudian
naik ke atas dan memeriksa
setiap lantai kamar hotel. Satpam
kemudian menemukan pintu
kama 2701 terbuka saat itu.
"Dan satpam ini menemukan
korban sudah tewas," kata dia.
"Kemudian dia telepon ke Polsek
Sawah Besar," lanjur Rikwanto.
Dari hasil keterangan satpam,
ternyata ketiga pria itu cocok
dengan ciri-ciri pria yang telah
melaporkan diri ke polisi usai
kejadian.

Pria Lompat dari Lantai 7 Gajah Mada Plaza

JAKARTA - Seorang pria
keturunan Tionghoa tewas di
tempat setelah lompat dari
lantai 7, Gajah Mada Plaza, Jalan
Gajah Mada, Jakarta Pusat.
Korban diketahui bernama
Bong Djan Khiun (60) warga
Krendang, Jakarta Barat.
"Dia loncat dari lantai tujuh,"
kata Kanit Reskrim Polsek
Gambir, Kompol Taufik kepada
okezone di lokasi, Senin
(30/1/2012).
Dikatakan Taufik, korban
melompat sekira pukul 10.00
WIB dan tidak ada saksi yang
melihatnya. "Tidak ada yang
melihat karena ini masih pagi,"
ujarnya.
Taufik juga mengaku belum
mengetahui secara pasti motif
korban nekat loncat dari
gedung tersebut.
Pantauan okezone di lokasi,
korban masih tergelatak
dengan luka yang cukup parah.
Korban menggunakan celana
krem, dan kemeja warna biru.

Tabrakan Beruntun di Tol Jagorawi

Sebanyak 18
kendaraan terlibat kecelakaan
beruntun di KM 10 Tol Jagorawi.
Peristiwa ini terjadi di lajur 1
dan 2 Tol Jagorawi dari Cibubur
arah Cawang.
Peristiwa terjadi pada Senin
(30/1/2012) pukul 08.00 WIB.
Akibat kecelakaan tersebut, lalu
lintas di ruas tol itu padat
merayap.
"Masih bisa berjalan,
kendaraannya, tapi padat
merayap," ujar petugas Jasa
Marga yang dihubungi detikcom.
Informasi yang diterima
detikcom, penyebab kecelakaan
adalah jarak antar kendaraan
yang terlalu rapat. Saat ini
kecelakaan tersebut sedang
dalam penanganan petugas.
Tidak ada korban jiwa dalam
kecelakaan tersebut.

Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More